Login

Siapa Yang Online

Kami Memiliki 31 Tamu dan tidak ada Anggota online

Total Pengunjung

Hari Ini95
Kemarin119
Minggu Ini214
Bulan Ini2262
Keseluruhan148537

Pemkot Tunggu Putusan Pengadilan

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan tidak akan gegabah menghadapi penyelesaian kasus sengketa lahan Camara Rindang Klandasan yang semakin ruwet. Pemkot yang mengaku telah menyurati pihak kuasa Arifin Rauf selaku pemenang sengketa yang saat ini memasuki tahapan eksekusi, lebih berhati-hati dalam upaya penyelesaian sengketa tersebut, karena adanya gugatan baru dari ahli waris Adji Mahligai gelar Adji Raden Ario Sanstro Bin Adi Mohammad Soelaiman Al Adiel Chalifatoel Amitoel Mukminin Fibilade Koetai sebagai pelawan pihak ketiga.

Untuk itu, Pemkot Balikpapan memilih menunggu putusan Pengadilan Negeri terkait tumpang tindihnya antara putusan dan gugatan baru terhadap lahan Cemara Rindang tersebut. “Kita sudah menyurati mereka, tetapi ini kan ada gugatan baru lagi, jadi kita masih menunggu juga. Kita tunggu lah keputusan pengadilan, karena ini kewenangan pengadilan,” kata Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi SE usai coffee morning,  kemarin.

Sikap kehati-hatian pihaknta tersebut, hanyalah untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam penyelesaian kasus sengketa Cemara Rindang tersebut.

“Bayangkan, bagaimana kalau misalnya nanti kita bayar, kita sudah selesai berurusan dengan pemenang sekarang, tiba-tiba gugatan baru ini menang lagi, bagaimana jadinya, itu yang masih kita tunggu lagi,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya juga akan segera mengonsultasikan masalah tersebut ke Pengadilan Negeri Balikpapan, terkait langkah-langkah yang akan diambil pihaknya, sambil menunggu ketetapan hukum baru atas sengketa lahan tersebut.

“Di Koran hari ini (kemarin, Red) ada panggilannya, tetapi saya belum menerima surat resminya. Yang jelas, kita akan konsultasikan dulu ke pengadilan. Atau Tanya langsung dengan pengadilan lah,” pungkas Rizal.

Sebagaimana diketahui, sengketa tanah Cemara Rindang tampaknya tambah ruwet. Setelah dilakukan eksekusi riil oleh Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, kini muncul lagi gubatan baru, yakni gugatan dari pihak ketiga (intervensi). Gugatan tersebut dilayangkan oleh keturunan Kesultanan Kutai yakni ahli waris dari Adji Mahligai gelar Adji Raden Ario Sanstro bin Adji Mohammad Soelaiman al Adiel Chalifatoel Amiroel Mukminin Fibilade Koetai

Gugatan intervensi tersebut ditujukan kepada ahli waris dari AJI BACHRUN dan kawan-kawan yang saat ini memenangkan sengketa tanah berdsarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI Nomor 2204 k / Pdt / 2007 tertanggal 31 Agustus 2009, hingga dilakukan eksekusi.

Tidak tanggung-tanggung, pihak ketiga dari keturunan Kesultanan Kutai tersebut menggugat 100 orang, Semua tergugat tersebut dipanggil secara sah oleh PN Balikpapan melalui relas (panggilan sidang) yang terbit di harian Balikpapan Pos sebanyak dua kali.(ibr)

Add your comment

Your name:
Subject:
Comment:
 
Error displaying Captcha
or compatible 'HTML block' Captcha was not installed.