Login

Siapa Yang Online

Kami Memiliki 13 Tamu dan tidak ada Anggota online

Total Pengunjung

Hari Ini81
Kemarin106
Minggu Ini305
Bulan Ini1485
Keseluruhan141516

SBY Minta Polri Jangan Bela Aparat ‘Bermasalah’

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti insiden bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa yang belakangan marak terjadi. Seperti saat acara rapat pimpinan di Mabes Polri, SBY mengingatkan agar Korps Bhayangkara senantiasa bersikap profesional dalam menjalankan tugas. SBY berharap Polri menghindari tindakan-tindakan yang berpotensi melanggar HAM.

“Cegah tindakan yang eksesif yang berpotensi pelanggaran HAM,” imbau SBY saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jumat (20/1).

Dikatakan SBY, di era demokrasi seperti sekarang, masyarakat bisa dengan mudah mengekspresikan kemarahan atas tindakan represif yang dilakukan aparat. Terkadang, lanjutnya, aparat tidak hanya dituding bertindak represif, tetapi juga melakukan pembiaran. Makanya, SBY menegaskan aparat Polri harus melakukan upaya pencegahan secara maksimal dari tindakan anarkis.

“Polri harus jadi bagian pencegahan dalam aksi-aksi anarkis. Jika sudah dicegah tapi tetap terjadi, maka jajaran Polri perlu melakukan tindakan yang cepat, tepat jangan ragu-ragu dan tuntas sesuai dengan aturan hukum,” ujar SBY.

Menurut SBY, masyarakat semestinya juga memiliki informasi yang cukup tentang HAM, nasional maupun internasional. Kondisinya, banyak masyarakat yang belum memiliki informasi HAM yang cukup. Untuk itu, Polri harus berperan memberikan informasi HAM yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, SBY meminta Polri bertindak tegas terhadap aparatnya yang terbukti melakukan pelanggaran. Ditegaskan SBY, aparat yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses hukum tanpa pandang bulu. Hal ini penting untuk menjaga citra Korps Polri di mata masyarakat.

“Kalau ada pengaduan statemen terbuka, maka berikan respon yang baik, terima aduan itu dan investigasi. Oleh karena itu. meskipun jauh dari yang disebut pelanggaran berat kita cegah dari itu,” ujarnya.

SBY berharap Polri tidak membela anggotanya yang ‘bermasalah’. Menurutnya, pembelaan tetap harus dilakukan secara proporsional. “Tetapi kalau mereka telah melakukan tindakan benar, tetapi dituduh salah, bela mereka. Yang salah kita tindak, yang benar kita berikan apresiasi,” SBY menambahkan.

Khusus tentang pengamanan dan kedaulatan negara, SBY mengingatkan agar Polri dan TNI bekerja secara profesional dan proporsional. Dia meminta agar aparat melakukan pencegahan terhadap tindakan yang melebihi kepatutan.


Menurut dia, tindakan yang tidak profesional akan berdampak pada kinerja lembaga. “Saudara mengingatkan dalam pelatihan dan sebagainya sehingga prajurit yang menjalankan keamanan itu bisa melaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Terhadap banyaknya kerusuhan dan aksi huru hara, Polri dinilai memiliki peran yang sentral. Menurut dia, pimpinan lembaga mesti berada di garda depan. “Jika tidak, maka kegagalan menghantui pelaksanaan tugas saudara,” katanya.

Dia meyakini, dengan melakukan tindakan pencegahan, setidaknya akan mengurangi jatuhnya korban jiwa dalam menanganani aksi kerusuhan massa.

“Cegah jatuhnya korban jiwa dalam menangani huru hara. Saya yakin itu bisa dilaksanakan, sebagaimana yang dilaksanakan oleh kepolisian negara lain. Kalau negara lain bisa, Indonesia juga pasti bisa. TNI dan Polri mengemban tugas bersama-sama,” pungkasnya.

Add your comment

Your name:
Subject:
Comment:
 
Error displaying Captcha
or compatible 'HTML block' Captcha was not installed.