Login

Siapa Yang Online

Kami Memiliki 42 Tamu dan tidak ada Anggota online

Total Pengunjung

Hari Ini84
Kemarin106
Minggu Ini308
Bulan Ini1488
Keseluruhan141519

Sosialisasi dan Diseminasi Produk Hukum Di Kecamatan Balikpapan Tengah

Kegiatan sosialisasi dan diseminasi produk hukum di Kecamatan Balikpapan Tengah yang dilaksanakan oleh Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan telah dilaksanakan di 6 Kelurahan. Pelaksanaannya diawali pembukaan pada tanggal 2 April 2012 yang lalu di Hotel Pacific Kelurahan Gunung Sari Ilir,  yang dihadiri para Camat dan Lurah se-Kota Balikpapan.

Acara tersebut dibuka oleh Asisten Tata Pemerintahan Drs.Arpan yang mewakili Walikota Balikpapan, yang pada saat itu berkenan membuka acara tersebut.

Comments (0)

Sosialisasi Produk Hukum Kota Balikpapan Siap Dilaksanakan

 

Dalam waktu dekat tepatnya di awal bulan April tahun 2012 ini, Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan akan melaksanakan sosialisasi dan diseminasi produk hukum Kota Balikpapan yang dilaksanakan di 27 Kelurahan se-Kota Balikpapan.

Sosialisasi dan diseminasi ini dilaksanakan dalam rangka menyebarluaskan produk hukum Kota Balikpapan serta untuk mewujudkan pembangunan hukum nasional yang perlu didukung dengan cara dan metode penyebarluasan informasi, yang salah satu bentuk kegiatannya adalah melaksanakan sosialisasi dan diseminasi produk hukum baik yang masih dalam bentuk rancangan peraturan daerah, maupun yang sudah ditetapkan dalam bentuk Perda.

Adapun materi yang akan disampaikan nanti adalah : Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Perda PBB dan BPHTB, Perda Adminduk, Perda IMB,Pengelolaan Persampahan,Perda tentang Izin Membuka Tanah Negara, dan beberapa Perda Retribusi.

Dari kegiatan sosialisasi dan diseminasi ini diharapkan kesadaran dan kepatuhan warga masyarakat terhadap Peraturan Daerah semakin baik, serta peran serta masyarakat dalam proses penyusunan suatu raperda juga akan tinggi.


Comments (0)

Pemkot Tunggu Putusan Pengadilan

BALIKPAPAN- Pemkot Balikpapan tidak akan gegabah menghadapi penyelesaian kasus sengketa lahan Camara Rindang Klandasan yang semakin ruwet. Pemkot yang mengaku telah menyurati pihak kuasa Arifin Rauf selaku pemenang sengketa yang saat ini memasuki tahapan eksekusi, lebih berhati-hati dalam upaya penyelesaian sengketa tersebut, karena adanya gugatan baru dari ahli waris Adji Mahligai gelar Adji Raden Ario Sanstro Bin Adi Mohammad Soelaiman Al Adiel Chalifatoel Amitoel Mukminin Fibilade Koetai sebagai pelawan pihak ketiga.

Untuk itu, Pemkot Balikpapan memilih menunggu putusan Pengadilan Negeri terkait tumpang tindihnya antara putusan dan gugatan baru terhadap lahan Cemara Rindang tersebut. “Kita sudah menyurati mereka, tetapi ini kan ada gugatan baru lagi, jadi kita masih menunggu juga. Kita tunggu lah keputusan pengadilan, karena ini kewenangan pengadilan,” kata Wali Kota Balikpapan HM Rizal Effendi SE usai coffee morning,  kemarin.

Sikap kehati-hatian pihaknta tersebut, hanyalah untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi dalam penyelesaian kasus sengketa Cemara Rindang tersebut.

“Bayangkan, bagaimana kalau misalnya nanti kita bayar, kita sudah selesai berurusan dengan pemenang sekarang, tiba-tiba gugatan baru ini menang lagi, bagaimana jadinya, itu yang masih kita tunggu lagi,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya juga akan segera mengonsultasikan masalah tersebut ke Pengadilan Negeri Balikpapan, terkait langkah-langkah yang akan diambil pihaknya, sambil menunggu ketetapan hukum baru atas sengketa lahan tersebut.

“Di Koran hari ini (kemarin, Red) ada panggilannya, tetapi saya belum menerima surat resminya. Yang jelas, kita akan konsultasikan dulu ke pengadilan. Atau Tanya langsung dengan pengadilan lah,” pungkas Rizal.

Sebagaimana diketahui, sengketa tanah Cemara Rindang tampaknya tambah ruwet. Setelah dilakukan eksekusi riil oleh Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, kini muncul lagi gubatan baru, yakni gugatan dari pihak ketiga (intervensi). Gugatan tersebut dilayangkan oleh keturunan Kesultanan Kutai yakni ahli waris dari Adji Mahligai gelar Adji Raden Ario Sanstro bin Adji Mohammad Soelaiman al Adiel Chalifatoel Amiroel Mukminin Fibilade Koetai

Gugatan intervensi tersebut ditujukan kepada ahli waris dari AJI BACHRUN dan kawan-kawan yang saat ini memenangkan sengketa tanah berdsarkan putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung RI Nomor 2204 k / Pdt / 2007 tertanggal 31 Agustus 2009, hingga dilakukan eksekusi.

Tidak tanggung-tanggung, pihak ketiga dari keturunan Kesultanan Kutai tersebut menggugat 100 orang, Semua tergugat tersebut dipanggil secara sah oleh PN Balikpapan melalui relas (panggilan sidang) yang terbit di harian Balikpapan Pos sebanyak dua kali.(ibr)

Comments (0)

Pembelian Premium Dibatasi

BALIKPAPAN - Demi mencari titik terang permasalahan panic buying bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Minyak, Pemkot Balikpapan, Polres Balikpapan, dan Pertamina duduk bersama di rumah jabatan Wali Kota Balikpapan kemarin.

Dalam pertemuan selama dua jam itu akhirnya diputuskan untuk melakukan pemisahan antara kendaraan umum dengan kendaraan besar di atas roda 4. Di samping itu, dikeluarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota terkait pembatasan pembelian premium bagi kendaraan.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pembatasan pembelian premium itu bagi kendaraan dinas kecuali truk dinas kebersihan, kendaraan pribadi, angkutan umum dengan pembelian maksimal 25 liter. Sedangkan sepeda motor dan truk yang mengisi solar bersubsidi tak dibatasi. Untuk pengawasannya akan dilakukan pihak kepolisian dan dinas perhubungan.

Alasan memutuskan ini, kata Rizal, karena melihat urgensi. Untuk sepeda motor yang tak dibatasi, karena sistem pencatatan nomor kendaraan yang dilakukan petugas selama ini dinilai efektif.  “Kalau truk ada kendaraan antarpulau, jadi pengawasannya saja yang ditingkatkan. Kami cegah premiumnya saja, karena yang terasa sekali di masyarakat soal itu,” jelasnya. “Kami mohon maaf atas situasi akhir-akhir ini. Kelihatannya sangat ekstrem. Karena itu kami ambil kebijakan tersebut,” ucap Rizal seraya menyebutkan, “Maunya merasakan antre, tapi masih pakai kursi roda,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, diputuskan untuk melakukan pengkhususan SPBU. Dari 14 SPBU yang ada, setidaknya empat SPBU dilarang melayani kendaraan R-4 ke atas. Rizal menjelaskan, SPBU itu nantinya khusus bagi kendaraan umum yang selama ini melayani truk. Itu berlaku mulai hari ini pada 06.00 Wita.

Dengan adanya keputusan di atas, apakah ada jaminan tak akan sulit lagi mencari BBM? Wali kota menjawab diplomatis. “Ini faktor panik. Orang yang biasanya tak membeli penuh, sekarang membeli penuh, karena malas antre. Kedua, tercampur kendaraan roda empat dan roda enam. Itu mengapa dilakukan keputusan ini, sehingga kepadatannya tak terlalu panjang, yang di mana roda enam kerap menimbulkan macet, dan efeknya ke mana-mana,” terang Rizal.

Sales Manager Pertamina UPms VI Kalimantan Reza Fahlevi menuturkan, pihaknya belum memasukkan keputusan terkait perpanjangan waktu di SPBU. Dia beralasan, dengan aturan yang ada saat ini, tetap akan terlayani. “Kami berupaya semaksimal mungkin, dari aturan yang baru ini mudah-mudahan untuk R-4 dalam kota, saya yakin terpenuhi. Karena secara otomatis bisa tertib antara konsumen solar dan premium,” jelasnya.

Dikatakan, SPBU dalam kota yang bebas dari truk ialah SPBU Stal kuda, MT Haryono (Damai), Gunung Malang, dan SPBU Gunung Guntur. Sementara SPBU khusus untuk R-4 ke atas diarahkan ke SPBU terluar pada jam malam. “Dengan begitu, pengaturan traffic lebih baik,” ungkapnya.

Dia mengatakan, masalahnya panjangnya antrean di SPBU seiring dengan kepanikan rencana kenaikan BBM, dan masih semrawutnya antrean kendaraan di SPBU,  makanya gejolaknya sangat tinggi. Padahal, kuota yang ditetapkan saat ini sudah cukup. Kuota Premium 106.247 kl dan solar 36.740 kl per tahun.  Dengan regulasi ini, kata dia, efektif karena baru pertama kali di daerah Kaltim, di Balikpapan. “Yang menentukan kuota pemerintah (pusat), kami hanya distribusi saja dari kuota itu,” kilahnya. “Masyarakat jangan khawatir, ketersediaan kita aman. Alternatifnya saat ini (gejolak antre panjang), kami memaksimalkan ketersediaan pertamax. Termasuk solar industri. Hari minggu (18/3) lalu, kami tambah tiga kali,” ujarnya. (*/lim/fir/k1)

 

Comments (0)

ISENG BERBUAH PETAKA

Fajarudin buruh bangunan pelaku pengancaman bom Hotel Pacific,  (24) Jumat (28/1) lalu, terancam hukuman 12 tahun penjara. Perantau asal Tulung Agung Jawa Timur itu dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Hal ini ditegaskan oleh Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Belny Warlansyah kepada Balikpapan Pos, Senin (30/1) kemarin.”Masih kita periksa, terkait perbuatannya ancamannya 12 tahun,” terangnya.

Kepada petugas, tersangka Fahrudin mengaku bahwa perbuatannya tersebut dilakukan karena iseng setelah melihat iklan hotel itu di salah satu koran. “Saya sedang di dapur waktu itu, kemudian melihat ada nomor hotel, saya iseng untuk mengancam mereka kalau ada bom,” ujarnya.

Dia juga mengelak saat ditanya apakah ada orang lain yang menyuruhnya. Diketahui, buruh bangunan ini dikenal dekat dengan salah satu pegawai hotel yang terletak di Gunung Sari itu. “Saya sendiri yang melakukannnya Pak  tidak ada yang menyuruh,” ucapnya.

Meskipun terang-terangan melakukan pengancaman bom, polisi tidak mau gegabah dengan menjerat tersangka menggunakan UU terorisme yang ancaman bisa lebih parah. “Kami masih menyelidiki kasus ini, apakah dijerat UU terorisme tergantung pada penyidikan,” sebut Kasat.

Dalam kesempatan itu, Belny menghimbau kepada masayarakat untuk tidak main-main terhadap ancaman bom seperti itu. “Meskipun hanya iseng, namun ancaman hukuman juga sangat tinggi. Maka dari itu, kami harap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi yang lain,” tandasnya.

Berita sebelumnya, sejumlah anggota Sat Reskrim Polres Balikpapan tadi malam mengepung sebuah rumah indekos kawasan Jl Markoni gang Dolog. Salah satu penghuninya Fajarudin diduga kuat sebagai pelaku teror bom melalui pesan singkat SMS ditujukan Hotel Pacifik, Jumat (27/1) siang lalu.
Diketahui motif tersangka meneror hotel Pacifik gara-gara melihat iklan hotel tersebut di koran.

Tersangka yang kesehariannya bekerja buruh bangunan perantauan itu ditangkap tanpa ada perlawanan, apa lagi polisi mendapati barang bukti handphone Nokia berisi nomor sesuai dengan nomor 085752942106 yang diterima resepsionis hotel.(noq)

Comments (0)