Peraturan Baru
Lihat SemuaSurat Edaran Kota Balikpapan Nomor 400.14.1.1/1512/e/setda Tentang Peringatan Hari Keluarga Nasional Tahun 2026
SESurat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 400.9.12.1/1513/e/setda Tentang Dukungan Pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak Di Hari Pertama Sekolah (Gamas)
SESurat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 100.3.4.3/1249/e/setda Tentang Pendaftaran Digitalisasi Perlindungan Sosial (Pendaftaran Perlinsos) Di Kota Balikpapan Tahun 2026
SESurat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 600.1.17.3/1223/e/setda Tentang Pelaksanaan Kegiatan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M Tanpa Sampah Plastik
SE
10-07-2021
Satgas Covid Balikpapan Cek Kesiapan Wisma Atlet, Antisipasi RS Penuh
BALIKPAPAN - Wisma Altet di Kompleks Tennis Indoor, Balikpapan telah disiapkan sebagai alternatif untuk antisipasi jika ada lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Rumah Sakit. Sebelumnya, lokasi wisma tersebut merupakan mess bagi pemain klub sepakbola Balikpapan, yakni Persiba.
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan pada Jumat (9/7/2021) kemarin meninjau lokasi. Wisma atlet tersebut memiliki dua lantai dengan total 13 kamar yang berisikan dua tempat tidur setiap ruangnya.
"Ini untuk alternatif. Kami siapkan saja, mudah-mudahan tidak digunakan,” ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Jumat.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty ada 26 tempat tidur yang tersedia di wisma. Wisma tersebut tengah disiapkan untuk menangani pasien Covid-19 bergejala sedang yang tidak tertampung di rumah sakit lantaran penuh.
"Saya belum bisa mengatakan ini RS Darurat, yang jelas untuk penanganan sementara pasien, daripada di UGD tidak bisa tertangani," ucapnya.
Dio, panggilan akrab Andi Sri Juliarty mengatakan, pihaknya kembali akan merekrut tenaga kesehatan jika wisma tersebut jadi digunakan.
Adapun jumlah tenaga kesehatan yang akan direkrut *idealnya* seimbang dengan jumlah tempat tidur pasien. Namun syarat terpenting yang harus dipenuhi yakni akan ada empat sif dengan pembagian empat orang di tiap sifnya.
"Yang jelas tempat ini akan dipakai apabila rumah sakit overload, ini hanya untuk antisipasi," pungkasnya. (diskominfo/ cha/mgm)





