Siapa Yang Online

Kami Memiliki 27 Tamu dan tidak ada Anggota online

Total Pengunjung

Hari Ini42
Kemarin58
Minggu Ini224
Bulan Ini699
Keseluruhan14911

Peyuluhan hukum

Sosialisasi seperti ini memang perlu agar masyarakat dapat mengetahui adanya aturan-aturan yang memang harus ditaati dan dilaksanakan. Bravo Bagian Hukum

Sub Bagian Data dan Sistem Informasi Telah Menyelesaikan Workshop Linux Angkatan Kedua

Kemarin adalah hari terakhir dari rangkaian Workshop Linux yang diadakan oleh Sub Bagian Data dan Informasi Pemerintah Kota Balikpapan.

Hari Rabu dan Kamis tanggal 13 dan 14 Juli 2011, Sub Bagian Data dan Informasi Pemerintah Kota Balikpapan telah melaksanakan Workshop Linux Angkatan dengan peserta dari seluruh SKPD yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan, materi yang disajikan sama dengan angkatan pertama, yaitu : Pengenalan apa itu Sistem Operasi Open Source dan Linux, Pengenalan Open Office Word Processor, Pengenalan Open Office Spreadsheet, Pengenalan Open Office Presentation, dan bagaimana cara menginstall Sistem Operasi Linux di dalam Konputer atau Lapto.


Kegiatan ini rencananya akan dilanjutkan pada tanggal 20 dan 21 Juli 2011 dan pesertanya angkatan ketiga yang berasal dari SKPD yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

Antrean BBM Makan Korban

BALIKPAPAN - Antrean yang semakin menjadi-jadi di Balikpapan mulai memakan korban. Meski bukan berupa korban jiwa, Dedi Setiawan (18) harus merelakan sepeda motor Suzuki Thunder miliknya menjadi besi rongsokan setelah terbakar hebat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Stal Kuda, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Senin (19/3).

Ini bermula ketika Dedi mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin premium sejak pukul 08.30 pagi atau sebelum SPBU dibuka. Perlu waktu dua jam bagi remaja warga Batu Ampar, Balikpapan Utara, itu untuk menunggu giliran. Setelah mengisi premium, dia pun bernapas lega karena tangki motornya penuh.

Namun, masalah muncul ketika Dedi ingin menyalakan motor. Beberapa kali diengkol, mesin Thunder tak kunjung menyala. Agar tak mengganggu antrean, dia mendorong motor ke pintu keluar SPBU. Nah, di luar SPBU tepi jalan, motornya belum juga menyala meski sudah diengkol beberapa kali.

Tiba-tiba orang di sekitar berteriak jika di bawah mesin ada percikan. Api menyulut dan cepat membesar. Meski api tak sampai meledakkan SPBU, asap tebal dari motor Dedi sudah cukup untuk membuat para pengantre berhamburan. Apalagi, api berkobar dalam jarak kurang-lebih 10 meter dari titik pengisian premium. Terlebih, siang itu, SPBU Stal Kuda sedang melayani antrean panjang dan menimbulkan kemacetan hingga pertigaan Jalan Jenderal Sudirman-MT Haryono.

Dedi sendiri sempat melompat dari motornya. Petugas menggunakan alat pemadam api berbentuk tabung ukuran 8 kilogram dan menyemprot motor bernomor polisi KT 3639 KO tersebut.

“Motornya sudah di pinggir jalan keluar dari SPBU. Langsung terlihat api saja, tidak ada ledakan. Kejadiannya sekitar pukul 10.40 Wita,” ujar Syarif (35), salah seorang pengendara ikut mengantre.

Api baru dapat dipadamkan sekitar 15 menit setelah tiga tabung pemadam api berisi busa atau foam liquid yang digunakan dalam mengatasi kebakaran.

Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono menerangkan, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Pihaknya juga menyelidiki dugaan Dedi sebagai pengetap bensin untuk dijual kembali eceran. “Belum terbukti kalau pengetap,” ujarnya.

Balikpapan sendiri dalam sepekan terakhir dilanda aksi panic buying jelang kenaikan harga BBM, awal April. Pemandangan antrean kendaraan hingga beberapa ratus meter mudah ditemui di mana-mana.

Di rumah jabatan wali kota kemarin, Pemkot Balikpapan, Polres, dan Pertamina duduk bersama mencari jalan keluar masalah ini. Diputuskan, pemisahan kendaraan umum dengan kendaraan besar di atas roda 4. Di samping itu, juga diterapkan pembatasan pembelian premium bagi kendaraan (berita selengkapnya di halaman 8, Red).(*/aim/zal)

Comments (0)

BERTEKAD MEMBANGUN BALIKPAPAN

Rangkaian acara peringatan HUT ke-115 Kota Balikpapan, secara resmi dimulai dengan dilaksanakannya sidang Paripurna Istimewa yang dipimpin Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong.

Sidang Paripurna Istimewa yang digelar di auditorium balaikota ini, benar-benar istimewa dengan kehadiran beberapa sesepuh. Seperti mantan Wali Kota Tjutjup Suparna beserta istri , Hj Ratna Syarifuddin Yoes, mantan Ketua DPRD Balikpapan H Zainal Abidin beserta istri. Hadir pula Hj Rosalina Harahap serta mantan Menperindag, Rini Suwandi Soemarno.

“Memperingati hari jadi Kota Balikpapan, kita semua berharap agar pelaksanaannya tidak menjadi agenda rutinitas semata. Tetapi hendaknya kita dapat memetik hikmah yang terkandung di dalamnya,” kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi dalam pidatonya.

Dia menjelaskan, terdapat tiga hal yang perlu menjadi renungan seluruh elemen masyarakat Balikpapan, untuk memaknai peringatan HUT Kota Balikpapan ini. Yang pertama, ia mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan evaluasi dan instrospeksi atas perjalanan sejarah kota tercinta.

Kedua ia mengajak untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi selama ini dan kemungkinan terjadi di masa mendatang. Ketiga, ia mengajak seluruh elemen untuk bertekad mengatasi berbagai permasalahan dengan memperkuat komitmen bersama untuk lebih mengembangkan Kota Balikpapan menjadi lebih baik. “Tentu saja dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat menuju Madinatul Iman,” terang Rizal.

Ia juga sidikit membuka sejarah terkait perjalanan kota di masa lampau, agar seluruh masyarakat Balikpapan dapat memahami secara utuh berbagai tahapan perkembangan yang terjadi hingga terbentuknya kota yang diberi nama Balikpapan.

“Banyak versi yang berkembang untuk menggambarkan asal usul nama Balikpapan yang kebanyakan dianggap sebagai legenda dan cerita belaka,” jelas Rizal sembari menceritakan berbagai versi cerita hingga terbentuknya nama Balikpapan.

“Balikpapan sendiri resmi menjadi Kotamadya setelah terbitnya Undang-undang nomor 27 tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan,” ungkap Rizal. Sejak saat itu, kota Balikpapan telah memiliki 10 pemimpin (wali kota) hingga saat ini, dengan wali kota pertama, H ARS Muhammad, yang memimpin Balikpapan sejak tahun 1960 hingga 1963. (ibr)

 

Comments (0)

Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Melakukan Penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS di KM. 17 Balikpapan

Dinas Tenaga Kerja dan Sosial melakukan Penyuluhan Narkoba dan HIV/AIDS di lingkungan KM. 17 Balikpapan dengan tema " Penyuluhan Terpadu Penanggulangan Masalah Narkoba dan HIV/AIDS di Kota Balikpapan 2011 " dan di ikuti oleh ratusan penghuni lokalisasi.


Penyuluhan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan umum kepada warga lokalisasi KM. 17 Balikpapan tentang bahaya Narkoba dan HIV/AIDS yang pertumbuhannya setiap hari semakin bertambah banyak.

Kegiatan ini berlangsung kemarin tanggal 11 Juli 2011 di Aula Pertemuan Lokalisasi KM. 17 Balikpapan dengan narasumber Janes Pandeirot dari Yayasan Kreasi Generasi KIta dan Rahman Uriansyah S, Ag dari Kementrian Agama RI kota Balikpapan, dan di buka oleh Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Balikpapan.

Janes Pandeirot membuka presentasi dengan games interaktif untuk mencairkan suasana ruangan yang semula tegang menjadi rileks, dan dalam presentasinya Janes memberikan definisi tentang Narkoba serta jenis - jenisnya dan juga bagaimana gejala yang ditimbulkan karena mengkonsumsi Narkoba dan bahaya penyebaran HIV/AIDS.

Acara di tutup dengan renungan yang di pimpin oleh Rahman Uriansyah dari Kementrian Agama RI Kota Balikpapan.

Comments (0)

Eksekusi Lanjutan Cemara Rindang setelah Natal

Pengadilan Negeri Balikpapan menjalankan eksekusi pengosongan satu unit rumah toko di kawasan Cemara Rindang. Masih ada ratusan unit ruko lainnya yang masih memiliki dua opsi kesempatan. Membayar atau pindah.

Pihak kuasa ahli waris, Arifin Rauf  mengatakan, eksekusi pengosongan satu unit ruko, tadi pagi, merupakan eksekusi awal.

"Itu eksekusi awal saja. Sisanya akan dilanjutkan setelah Natal, sekitar tanggal 29 Desember mendatang. Masih ada 103 unit ruko lagi yang akan dieksekusi bila tidak membayar ganti rugi," ungkapnya saat ditemui di Polres Balikpapan.

Menurut Arifin, dari 107 unit ruko yang ada, tiga unit ruko sudah melakukan pembayaran. Dua unit ruko di tepi jalan raya dan satu unit ruko di dalam. Tersisa 103 unit ruko lagi.

"Harga per petak yang kami patok masih sama. Rp 450 juta untuk ruko bagian dalam dan Rp 500 juta untuk di kawasan tepi jalan raya Jl Jenderal Sudirman. Tak bisa diturunkan lagi, karena sudah ada yang melakukan pembayaran," ujar Arifin.(*)   

Penulis : Margaret Sarita
Editor : Sumarsono
Comments (0)

Subcategories

Login Form

Polling

Bagaimana menurut anda tentang website ini?

bagus - 75%
baik - 0%
lumayan - 0%
biasa ja - 25%

Total votes: 4
The voting for this poll has ended on: 01 Aug 2011 - 05:54